Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2017

TERNYATA JL. KOPO (BANDUNG) BERASAL DARI LURAH DESA KOPO KUTAWARINGIN

Ini foto dari "Tanaman Jambu Kopo (Syzygium densiflorum)" dan Foto Jalan Kopo - Ciwidey tahun 1880, berikut sedikit catatan sejarah Wilayah Jl.Kopo Bandung :

Sebelum Tahun 1923 Desa Kopo Dipimpin Oleh seorang "Jawara Tenar" yang lebih di kenal dengan sebutan Eyang Jawi ( Eyang Kuwu ) dan beliau sekaligus Kepala Desa Kopo Pertama yang dahulu berkantor di Kampung Muara, beliaulah yang membuat jalan dari mulai Blok Tempe (Panjunan) sampai dengan Kampung Pangauban yang sekarang masuk ke wilayah Desa Katapang Kecamatan Katapang, walaupun dengan pengorbanan yang tidak sedikit, baik harta benda maupun nyawa akhirnya dapat di selesaikan kemudian jalan tersebut di beri nama "Jalan Kopo".

Nama tersebut diberikan untuk penghargaan kepada Eyang Kuwu dan disesuaikan dengan kediaman beliau yang berada di bawah pohon Rindang yang bernama pohon Jambu Kopo dan menurut cerita "kolot baheula" ada pula yang menyebutkan bahwa nama Jalan Kopo di berikan karena dulu untuk menuju Lembur Eyang Kuwu atau Lembur Kopo melalui jalan tersebut dan sering di sebutkan dengan kalimat "Jalan Ka Kopo" yang kemudian menjadi "Jalan Kopo" , ada juga yang menyebutkan Jalan Kopo diberi nama sebagai bentuk penghargaan kepada "urang kopo" sebagai pembuat jalan tersebut.

Di Tahun 1923 dua desa disatukan yaitu Desa Muara dan Desa Kopo dengan meliputi wilayah Barat Desa Cibodas sebelah timur berbatasan dengan Desa Katapang sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Padasuka dan sebelah Utara berbatasan dengan Desa Jati sari dan Gajah Mekar.
Dengan bersatunya dua desa yakni Desa Kopo dan Desa Muara maka diberi nama Desa Kopo dengan Kantor Pemerintahan Desa berada di Kampung Kopo dan Kuwu atau Lurah Yang pertama yaitu bernama Mohammad Isak atau yang lebih di kenal dengan "Apa Pabrik" beliau berjuluk nama tersebut dikarenakan beliau mempunyai pabrik penggilingan padi ( Heleran ) dan pada waktu itu yang namanya penggilingan padi di Jawa Barat baru ada dua, dimana salah satunya berada di kampung Kopo milik Mohammmad isak, sedangkan yang satunya lagi berada di Karawang (menurut cerita/info dari para orang tua)

Letak Posisi Desa Kopo yang sebenarnya Jauh dari Jl. Kopo itu sendiri


Pada Tahun 1986 Desa Kopo di mekarkan menjadi Dua Desa yaitu Desa Kopo dan Desa Kutawaringin atau pada waktu bersatu dengan Desa Kopo sering di sebut Wilayah Sadawah dengan Kepala Desa pertamanya adalah Kades Tarja (info lengkap beliau tidak ada )
Adapun susunan yang menjabat Kepala Desa Kopo sebagai berikut :

- Lurah ke I Mohammad Isak (1923 s/d 1938*)
- Lurah ke II Djayawikarta (1938 s/d 1947)
- Lurah ke III A. Kartadireja (1947 s/d 1949)
- Lurah ke IV Rd. Sura. E (1949 s/d 1950)
- Lurah ke V H. Onong Ismail (1950 s/d 1973*)
- Kepala Desa ke VI S.U. Ma'mun (1973 s/d 1984*)
- Pejabat Kades ke VII Warta. S (1984 s/d 1986)
- Kepala Desa ke VIII Siti Mariam ( 1986 s/d 1994*)
- Kepala Desa ke IX Enca Sukarsa. N (1994 s/d 2007*)
- Kepala Desa ke X Nanang Witarsa (2007 s/d 2013)

Keterangan (*) artinya dua kali Menjabat Atau Lebih

Kini Jl. Kopo memanjang sepanjang kurang lebih 17 KM dari soreang kabupaten Bandung sampai di pasirkoja Bandung Kota.
Sok mangga buat Urang Jl.Kopo begitulah sekelumit sejarahnya...Wilujeng Macet ayeunamah !

sumber : Desa Kopo, Kutawaringin


#SejarahJalanDibandung
#KopoSayati #TolKopo

Kamis, 09 Februari 2017

Kisah SYAIKH NAWAWI AL BANTANI


Syaikh Nawawi Al Bantani, nama yang sedikit dikenal oleh kalangan awam namun sangat harum di lingkungan ulama Indonesia.

Dialah salah seorang tokoh yang sangat penting bagi dunia pesantren dan perumusan kitab kuning di Indonesia. Syaikh Nawawi Al Bantani merupakan Ulama kelahiran Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten, Jawa Barat.

Mendapat kehormatan sebagai ulama yang karyanya menjadi rujukan utama di berbagai pesantren di tanah air, bahkan di luar negeri. Bernama lengkap Abu Abdullah al-Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar al-Tanari al-Bantani al-Jawi, Syekh Nawawi sejak kecil telah diarahkan ayahnya, KH. Umar bin Arabi menjadi seorang ulama. Setelah mendidik langsung putranya, KH. Umar yang sehari-harinya menjadi penghulu Kecamatan Tanara menyerahkan Nawawi kepada KH. Sahal, ulama terkenal di Banten. Usai dari Banten, Nawawi melanjutkan pendidikannya kepada ulama besar Purwakarta Kyai Yusuf.


Ibadah Haji Dan Menuntut Ilmu Di Mekkah


Pada usia 15 tahun, Syaikh Nawawi bersama dua saudaranya beranjak ke Kota Suci Mekkah, untuk melaksanakan rukun islam kelima yaitu pergi Haji. Namun setelah selesai melaksanakan rukun dan ibadah haji, Syaikh Nawawi tidak pulang ke tanah air. Syaikh Nawawi menetap di Mekkah untuk menuntut ilmu, disana ia bertemu dengan para ulama-ulama besar asal Indonesia dan dari negara lain.

Setelah menempuh pendidikan bersama dengan para ulama seperti Imam Masjidil Haram Syekh Ahmad Khatib Sambas, Abdul Ghani Bima, Yusuf Sumbulaweni, Syekh Nahrawi, Syekh Ahmad Dimyati, Ahmad Zaini Dahlan, Muhammad Khatib Hambali, dan Syekh Abdul Hamid Daghestani, yang tak terasa sudah dilalui selama tiga tahun. Akhirnya beliau merasa bekal ilmunya sudah cukup, lantas ia segera kembali ke Nusantara.

Nawawi mengajar di sebuah pesantren milik orangtuanya, namun tak lama berada di tanah air, kondisi tanah air agaknya tidak menguntungkan pengembangan ilmunya. Saat itu, hampir semua ulama Islam mendapat tekanan dari penjajah Belanda. Keadaan itu tidak menyenangkan hati Nawawi. Lagi pula, keinginannya menuntut ilmu di negeri yang telah menarik hatinya, begitu berkobar. 

Hal ini membuat Syaikh Nawawi akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah suci, Mekkah. Kecerdasan dan ketekunannya mengantarkan ia menjadi salah satu murid yang terpandang di Masjidil Haram. Ketika Syekh Ahmad Khatib Sambas uzur menjadi Imam Masjidil Haram, Nawawi ditunjuk menggantikannya. Sejak saat itulah ia menjadi Imam Masjidil Haram dengan panggilan Syekh Nawawi al-Jawi. Selain menjadi Imam Masjid, ia juga mengajar dan menyelenggarakan halaqah (diskusi ilmiah) bagi murid-muridnya yang datang dari berbagai belahan dunia.

Snouck Hurgronje, seorang orientalis yang pernah mengunjungi Kota Mekkah pada  1884-1885 menyebut, Syekh Nawawi setiap harinya sejak pukul 07.30 hingga 12.00 memberikan tiga perkuliahan sesuai dengan kebutuhan jumlah muridnya. Di antara muridnya yang berasal dari Indonesia adalah KH. Kholil Madura, K.H. Asnawi Kudus, K.H. Tubagus Bakri, KH. Arsyad Thawil dari Banten dan KH. Hasyim Asy’ari dari Jombang.

15 tahun sebelum kewafatannya, Syekh Nawawi sangat giat dalam menulis buku. Akibatnya, ia tidak memiliki waktu lagi untuk mengajar. Ia termasuk penulis yang produktif dalam melahirkan kitab-kitab mengenai berbagai persoalan agama. Paling tidak 34 karya Syekh Nawawi tercatat dalam Dictionary of Arabic Printed Books karya Yusuf Alias Sarkis.

Beberapa kalangan mengatakan sebenarnya jumlah karya dari Syaikh Nawawi ini mencapai angka 100 judul lebih, diantaranya disiplin ilmu, seperti tauhid, ilmu kalam, sejarah, syari’ah, tafsir, dan lainnya. Di antara buku yang ditulisnya dan mu’tabar (diakui secara luas–Red) seperti Tafsir Marah Labid, Atsimar al-Yaniah fi Ar-Riyadah al-Badiah, Nurazh Sullam, al-Futuhat al-Madaniyah, Tafsir Al-Munir, Tanqih Al-Qoul, Fath Majid, Sullam Munajah, Nihayah Zein, Salalim Al-Fudhala, Bidayah Al-Hidayah, Al-Ibriz Al-Daani, Bugyah Al-Awwam, Futuhus Samad, dan al-Aqdhu Tsamin.

Sayyid Ulama Hijaz


Dengan konsisten dan karya-karyanya, Syaikh Nawawi Al Bantani juga mendapat gelar sebagai Sayyid Ulama Hijaz hingga sekarang. Dikenal sebagai ulama dan pemikir yang memiliki pandangan dan pendirian yang khas, Syekh Nawawi amat konsisten dan berkomitmen kuat bagi perjuangan umat Islam. Namun demikian, dalam menghadapi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, ia memiliki caranya tersendiri. 

Syekh Nawawi misalnya, tidak agresif dan reaksioner dalam menghadapi kaum penjajah. Tapi, itu tak berarti ia kooperatif dengan mereka. Syekh Nawawi tetap menentang keras kerjasama dengan kolonial dalam bentuk apapun. Ia lebih suka memberikan perhatian kepada dunia ilmu dan para anak didiknya serta aktivitas dalam rangka menegakkan kebenaran dan agama Allah SWT.

4 Mahdzab


Dalam bidang syari’at Islamiyah, Syekh Nawawi mendasarkan pandangannya pada dua sumber inti Islam, Alquran dan Al-Hadis, selain juga ijma’ dan qiyas. Empat pijakan ini seperti yang dipakai pendiri Mazhab Syafi’iyyah, yakni Imam Syafi’i. Mengenai ijtihad dan taklid (mengikuti salah satu ajaran), Syekh Nawawi berpendapat, bahwa yang termasuk mujtahid (ahli ijtihad) mutlak adalah Imam Syafi’i, Hanafi, Hanbali, dan Maliki. Bagi keempat ulama itu, katanya, haram bertaklid, sementara selain mereka wajib bertaklid kepada salah satu keempat imam mazhab tersebut. Pandangannya ini mungkin agak berbeda dengan kebanyakan ulama yang menilai pintu ijtihad tetaplah terbuka lebar sepanjang masa. Barangkali, bila dalam soal mazhab fikih, memang keempat ulama itulah yang patut diikuti umat Islam kini. Apapun, umat Islam patut bersyukur pernah memiliki ulama dan guru besar keagamaan seperti Syekh Nawawi Al-Bantani.


Rabu, 07 Desember 2016

Siapa Penemu Thorium?


UNSUR THORIUM
No Atom
90
Massa atom
232,03806
Titik leleh
2023 K (1750°C or 3182°F)
Titik didih
5061 K (4788°C or 8650°F)
Massa jenis
11.72 gram/cm3
Fasa saat suhu kamar
padat
klasifikasi unsur
logam
periode
7
golongan
Aktinida
keadaan oksidasi
+4

Thorium ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius, seorang kimiawan asal Swedia pada tahun 1828. Dia menemukannya dalam sebuah sampel mineral yang didapatkannya dari seorang pendeta Morten Thrane Esmark, sampel tersebut dicurigai mengandung sebuah substansi yang tidak diketahui. Mineral Esmark sekarang diketahui sebagai thorite (ThSiO4). Nama thorium berasal dari sebuah perang suci Scandinavia, yaitu Thor. Thorium terkandung sekitar 0.0007% dalam kerak bumi dan terutama diperoleh dari thorite, thorianite (ThO2) and monazite ((Ce, La, Th, Nd, Y)PO4).

Thorium digunakan sebagai agen campuran untuk meningkatkan kekuatan magnesium pada temperatur tinggi. Thorium juga digunakan untuk mNtel bilamen tungsten dalam peralatan elektronik, seperti televise. Ketika dibombardir dengan neuton, thorium-232 menjadi thorium-233, yang cepat menghancurkan uranium-233 melalui seri penghancuran beta. Uranium-233 adalah material yang dapat dibelah dan dapat digunakan sebagai bahan bakar nuklir.

Thorium oksida (ThO2), salah satu senyawa thorium, memiliki banyak kegunaan. Terutama digunakan dalam mantel lentera yang dikela dengan mantel Welsbach. Mantel ini juga mengandung sekitar 1% cerium oksida, menyala dengan warna putih terang ketika dipanaskan dalam api. Thorium oksida memiliki titik leleh yang sangat tinggi, sekitar 3300°C, dan digunakan untuk membuat krus temperatur tinggi. Thorium okisda digunakan untuk membuat gelas dengan indeks refraksi tinggi yang digunakan untuk membuat lensa kamera kualitas tinggi. Thorium oksida digunakan sebagai katalis dalam pemproduksian asam sulfat (H2SO4), dalam proses cracking produk petrolrum dan konversi amonia (NH3) menjadi asam nitrat (HNO3).


Isotop paling stabil dari thorium adalah thorium-232, yang memiliki waktu paruh sekitar 14,050,000,000 tahun. Isotop tersebut menghancurkan radium-228 melalui penghancuran alfa atau melalui penghancuran fisi spontan.

Minggu, 20 November 2016

SEKILAS GALILEO GALILEI (1564 – 1642)


Ilmuwan Itali besar ini mungkin lebih bertanggung jawab terhadap perkembangan metode ilmiah dari siapapun juga . Galileo Galilei lahir di Pisa tahun 1564. Selagi masih muda belajar di Universitas Pisa tapi mandek karena urusan keuangan. Meskipun begitu tahun 1589 dia mampu dapat posisi pengajar di universitas itu. Beberapa tahun kemudian dia bergabung dengan Universitas Padua dan menetap disana hingga 1610. Dalam masa inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah.
Sumbangan penting pertamanya di bidang mekanika. Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih enteng, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosofi yunani yang besar pengaruhnya ini. Tapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik benda berat maupun enteng jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. (Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempat benda dari menara Pisa  tampaknya tanpa sadar).
Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan yang luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari ilmu pengetahuan modern.
Sumbangan besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelambanan. Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah kekuatan agar terus bergerak. Tapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas. Ini merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan oleh Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.





Penemuan Galileo yang paling mashur adalah di bidang astronomi. Teori perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi tak menetu. Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang matahari sentries dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi sentries. Sekitar tahun 1609 Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar, tapi waktu itu dia dia tidak tahu cara membuktikannya. Di tahun 1609, Galileo mendengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di negeri Belanda. Meskipun Galileo hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu, tapi berkat kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri  teleskop. Dengan alat baru ini dia mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia sudah berhasil membikin serentetan penemuan besar.
Dilihatnya bulan itu tidak rata melainkan benjol-benjol, penuh kawh dan gunung-gunung. Benda-benda langit, kesimpulannya, tidaklah rata serta licin melainkan tak beraturan seperti halnya wajah bumi. Ditatapnya Bima Sakti dan tampak olehnya bahwa dia itu bukanlah semacam kabut samasekali melainkan terdiri dari sejumlah besar bintang-bintang yang dengan mata telanjang memang seperti teraduk dan membaur satu sama lain.



Kemudian diincarnya planet-planet dan tampaklah olehnya Saturnus bagaikan dilingkari gelang. Teleskopnya melirik Yupiter dan tahulah dia ada empat buah bulan berputar-putar mengelilingi planet itu. Disini terang benderanglah baginya bahwa benda-benda angkasa dapat berputar mengitari sebuah planet selain Bumi. Keasyikannya menjadi-jadi; ditatapnya sang surya dan tampak olehnya ada bintik-bintik dalam wajahnya. Memang ada orang lain sebelumnya yang juga melihat ada bintik-bintik ini, akan tetapi Galileo menerbitkan hasil penemuannya dengan cara yang lebih efektif dan menempatkan masalah bintik-bintik matahari ini menjadi perhatian dunia ilmu pengetahuan. Selanjutnya, penelitiannya beralih ke planet Venus yang memiliki jangka serupa benar dengan jangka bulan. Ini merupakan bagian dari bukti penting yang mengukuhkan teori Copernicus bahwa Bumi dan semua planet lainnya berputar mengelilingi Matahari.
Penemuan teleskop dan serentetan penemuan ini melempar Galileo ke atas tangga kemashuran . sementara itu, tunjangannya terhadap teori Copernicus menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya habis-habisan. Pertentangan gereja ini mencapai puncaknya di tahun 1616; dia diperintahkan menahan diri dari menyebarkan hipotesa Copernicus. Galileo merasa tersudut dengan pembatasan ini selama bertahun-tahun. Baru sesudah Paus meninggal tahun 1623 dia digantikan leh orang yang mengagumi Galileo. Tahun berikutnya, Paus baru ini (Paus Urban VIII) member pertanda walau samar-samar bahwa larangan buat Galileo tidak lagi dipaksakan.
Enam tahun berikutnya Galileo menghabiskan waktu menyusun karya ilmiahnya yang penting “Dialog Tentang Dua Sistem Penting Dunia”. Buku ini merupakan peragaan hebat hal-hal yang menyangkut dukungan terhadap teori Copernicus dan buku ini diterbitkan tahun 1632 dengan izin sensor khusus dari gereja. Meskipun begitu, penguasa-penguasa gereja menanggapi dengan sikap berang tatkala buku terbit dan Galileo langsung diseret ke muka pengadilan Agama di Roma dengan tuduhan melanggar larangan, ini terjadi pada tahun 1616.
Tapi jelas, banyak pembesar-pembesar gereja tidak senang dengan keputusan menghukum seorang sarjana kenamaan. Bahkan dibawah hukum gereja saat itu,kasus Galileo dipertanyakan  dan dia Cuma dijatuhi hukuman enteng. Galileo tidah dijebloskan ke dalam bui tapi sekedar kena tahanan rumah di rumahnya sendiri yang cukup enak di sebuah villa di Arcetri. Teorinya dia tak boleh terima tamu, tapi nyatanya aturan itu tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hukuman lain terhadapnya hanyalah suatu permintaan agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Ilmuwan berumur 69 tahun ini melaksanakannya di depan pengadilan terbuka. (ada cerita mashur yang tidak tentu benarnya bahwa sehabis Galileo menarik lagi pendapatnya dia menunduk ke bumi dan berbisik pelan, “Tengok, dia masih terus bergerak!”). di kota Arcetri dia meneruskan kerja tulisnya di bidang mekanika. Galileo meninggal pada tahun 1642.
Sumbangan besar Galileo terhadap kemajuan ilmu pengetahuan sudah lama dikenal. Arti penting peranannya terletak pada penemuan-penemuan ilmiah seperti hukum kelambanan, penemuan teleskopnya, pengamatan bidang astronominya dan kegeniusannya membuktikan hipotesa Copernicus. Dan yang lebih penting adalah peranannya dalam hal pengembangan metodologi ilmu pengetahuan. Umumnya para filisof alam mendasarkan pendapatnya pada pikiran-pikiran Aristoteles serta membuat penyelidikan secara kualitatif dan fenomena yang terkatagori. Sebliknya, Galileo menetapkan  fenomena dan melakukan pengamatan atas dasar kuantitatif. Penekanan yang cermat terhadap perhitungan secara kuantitatif sejak itu menjadi dasar penyelidikan ilmu pengetahuan di masa-masa berikutnya.
Galileo mungkin lebih punya tanggung jawab daripada orang manapun untuk penyelidikan ilmiah dengan sikap empiris. Dialah, dan bukannya yang lain, yang pertamakali menekankan arti penting peragaan percobaan-percobaan, dia menolak pendapat bahwa masalah-masalah ilmiah dapat diputuskan bersama dengan kekuasaan, apakah kekuasaan itu namanya Gereja atau kaidah dalil Aristoteles. Dia juga menolak keras bersandar pada skema-skema yang menggunakan alasan ruwet dan bukannya bersandar pada dasar percobaan yang mantap. Cerdik cendekiawan abad tengah  memperbincangkan bertele-tele apa yang harus terjadi dan mengapa sesuatu hal terjadi, tapi Galileo bersikeras pada arti penting melakukan percobaan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Pandangan ilmiahnya jelas gamblang tidak berbau mistik, dan dalam hubungan ini dia bahkan lebih modern ketimbang para penerusnya, seperti misalnya Newton.

Galileo, dapat dianggap orang taat beragama. Lepas dari hukuman yang dijatuhkan terhadap dirinya dan pengakuannya, dia tidak menolak baik agama maupun gereja. Yang ditolaknya hanyalah percobaan pembesar-pembesar gereja untuk menekan usaha penyelidikan ilmu pengetahuannya.  Generasi berikutnya amat beralasan mengagumi Galileo sebagai lambing pemberontak terhadap dogma dan terhadap kekuasaan otoriter yang mencoba membelenggu kemerdekaan berfikir. Arti pentingnya yang lebih menonjol  lagi adalah peranan yang dimainkannya dalam hal meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan modern.

By. Defizar

Tag. #Newton #Aristoteles #Teori Copernicus

Jumat, 18 November 2016

Perjalanan GUGLIELMO MARCONI (1874-1937) Sang Penemu Radio


 Dari kalangan keluarga berada lahirlah Guglielmo Marconi pada tahun 1874 di Bologna, Italia. Penemu radio ini dapat pendidikan privat dari seorang guru. Tahun 1894 ketika usianya menginjak dua puluh, Marconi banyak membaca percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Heinrich Hertz beberapa tahun sebelumnya. Percobaan-percobaan ini dengan gamblang mendemonstrasikan adanya gelombang elektromagnetik yang tak tampak oleh mata, bergerak lewat udara dengan kecepatan suara.
Marconi lantas tergugah dengan ide bahwa gelombang ini bisa dimanfaatkan mengirim tanda-tanda melintasi jarak jauh tanpa lewat kawat yang menyediakan banyak kemungkinan berkembangnya komunikasi yang tak bisa dijangkau telegram. Misalnya, dengan cara ini berita-berita dapat dikirim ke kapal ditengah laut.
Tahun 1895, hanya setahun kerja keras Marconi berhasil memproduksi peralatan yang diperlukan. Tahun 1986 dia memperagakan alat penemuannya di Inggris dan memperoleh hak paten pertamanya untuk penemuannya ini. Marconi bergegas mendirikan perusahaan dan “Marconi” pertama dikirim tahun 1898. Tahun beikutnya dia sudah sanggup kirim berita tanpa lewat kawat menyeberang selat inggris. Meskipun patennya yang terpenting diperolehnya tahun 1900, Marconi meneruskan pembuatan dan mempatenkan banyak penyempurnaan-penempurnaan atas dasar penemuannya sendiri. Di tahun 1901 dia berhasil mengirim berita radio melintasi Samudera Atlantik, dari Inggris ke Newfounland.
Makna penting dari penemuan barunya secara dramatis dilukiskan di tahun 1909 tatkala kapal S.S. Republik rusak akibat tabrakan dan tenggelam ke dasar laut. Berita radio amat membantu, semua penumpang bisa diselamatkan kecuali enam orang. Pada tahun yang sama Marconi berhasil meraih hadiah Nobel untuk penemuannya. Dan pada tahun berikutnya dia berhasil mengirim berita radio dari Irlandia ke Argentina suatu jarak yang jauhnya melebihi 6000 mil.


Semua berita ini dikirim lewat tanda-tanda system kode Marconi. Sebagaimana diketahui, suara itu dapat dikirim lewat radio, tapi hal ini baru bisa terlaksana sekitar tahun 1915. Penyiaran radio dalam skala komersial baru dimulai awal tahun 1920, akan tetapi kepopulerannya dan arti pentingnya tumbuh dengan amat cepatnya.
Sebuah penemuan yang hak patennya punya harga tinggi dengan sendirinya menimbulkan pertentangan di pengadilan. Tapi rupa-rupa tuntutan lewat pengadilan sirna melenyap sesudah tahun 1914 tatkala pengadilan mengakui hak-hak marrconi. Pada tahun berikutnya, Marconi melakukan pula penyelidikan penting di bidang gelombang pendek dan komunikasi microwave. Dia menghembuskan nafas terakhir di Roma tahun 1937.
Selain Marconi menjadi terkenal sebagai penemu, jelas pula pengaruhnya tak diragukan dalam hal arti penting radio dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. Marconi tidak menemukan televisi, tapi penemuan radionya merupakan pembuka jalan penting buat televisi, karena itu adalah layak menganggap Marconi punya saham juga dalam pengembangan televisi.
Jelas, komunikasi tanpa kawat punya makna teramat penting dalam dunia modern . ini bermanfaat amat buat pengirim berita, untuk hiburan, untuk keperluan militer, untuk penyelidikan ilmiah, untuk tugas-tugas kepolisian, dan lain-lain keperluan. Meskipun untuk beberapa hal telegram (yang sudah diketemukan orang lebih dari setengah abad sebelumnya) boleh dibilang punya kegunaan juga, penggunaan radio secara besar-besaran betul-betul tak tertandingi. Dia bisa mencapai mobil, kapal di lautan, pesawat yang sedang mengudara, bahkan pesawat ruang angkasa. Jelas merupakan penemuan lebih penting ketimbang telpon karena berita-berita yang dikirim via telpon dapat pula dikirim lewat radio, lagipula pesan-pesan lewat radio dapat dikirim ke tempat-tempat yang tak bisa dicapai telpon.
Marconi punya tempat urutan lebih tinggi ketimbang  graham bell semata-mata berhubung komunikasi  tanpa kawat merupakan penemuan lebih penting daripada telpon. Adapun Edison sedikit lebih tinggi daripada Marconi lantaran jumlah penemuan yang sudah dilakukannya. Meskipun tidak ada satupun daripadanya yang mengungguli arti penting radio. Karena radio dan televise hanyalah merupakan bagian kecil saja dari penggunaan praktis dari kerja teoritis Michael Faraday dan James Clerk Maxwell, adillah kiranya jika Marconi mesti ditempatkan dalam urutan sedikit lebih bawah dari kedua orang itu. Bersamaan dengan itu jelas pula bahwa sejumlah kecil saja tokoh-tokoh politik yang punya pengaruh besar terhadap dunia seperti yang dipunyai Marconi, karena itu layak pula ditempatkan pada kedudukan cukup tinggi dalam daftar urutan penemu-penemu dunia.

By. Defizar

Tag. #Penemu Dunia #Teknologi