UNSUR THORIUM
|
No
Atom
|
90
|
|
Massa
atom
|
232,03806
|
|
Titik
leleh
|
2023
K (1750°C or 3182°F)
|
|
Titik
didih
|
5061
K (4788°C or 8650°F)
|
|
Massa
jenis
|
11.72
gram/cm3
|
|
Fasa
saat suhu kamar
|
padat
|
|
klasifikasi
unsur
|
logam
|
|
periode
|
7
|
|
golongan
|
Aktinida
|
|
keadaan
oksidasi
|
+4
|
Thorium ditemukan oleh Jöns Jacob
Berzelius, seorang kimiawan asal Swedia pada tahun 1828. Dia menemukannya dalam
sebuah sampel mineral yang didapatkannya dari seorang pendeta Morten Thrane
Esmark, sampel tersebut dicurigai mengandung sebuah substansi yang tidak
diketahui. Mineral Esmark sekarang diketahui sebagai thorite (ThSiO4). Nama thorium berasal dari sebuah perang suci Scandinavia,
yaitu Thor. Thorium terkandung sekitar 0.0007% dalam kerak bumi dan terutama
diperoleh dari thorite, thorianite (ThO2) and monazite
((Ce, La, Th, Nd, Y)PO4).
Thorium digunakan sebagai agen campuran
untuk meningkatkan kekuatan magnesium pada temperatur tinggi. Thorium juga
digunakan untuk mNtel bilamen tungsten dalam peralatan elektronik, seperti
televise. Ketika dibombardir dengan neuton, thorium-232 menjadi thorium-233,
yang cepat menghancurkan uranium-233 melalui seri penghancuran beta.
Uranium-233 adalah material yang dapat dibelah dan dapat digunakan sebagai
bahan bakar nuklir.
Thorium oksida (ThO2), salah satu senyawa thorium, memiliki banyak kegunaan.
Terutama digunakan dalam mantel lentera yang dikela dengan mantel Welsbach.
Mantel ini juga mengandung sekitar 1% cerium oksida, menyala dengan warna putih
terang ketika dipanaskan dalam api. Thorium oksida memiliki titik leleh yang
sangat tinggi, sekitar 3300°C, dan digunakan untuk membuat krus temperatur
tinggi. Thorium okisda digunakan untuk membuat gelas dengan indeks refraksi
tinggi yang digunakan untuk membuat lensa kamera kualitas tinggi. Thorium
oksida digunakan sebagai katalis dalam pemproduksian asam sulfat (H2SO4), dalam proses
cracking produk petrolrum dan konversi amonia (NH3) menjadi asam nitrat (HNO3).
Isotop paling stabil dari thorium adalah
thorium-232, yang memiliki waktu paruh sekitar 14,050,000,000 tahun. Isotop
tersebut menghancurkan radium-228 melalui penghancuran alfa atau melalui
penghancuran fisi spontan.

EmoticonEmoticon