Rabu, 07 Desember 2016

Siapa Penemu Thorium?


UNSUR THORIUM
No Atom
90
Massa atom
232,03806
Titik leleh
2023 K (1750°C or 3182°F)
Titik didih
5061 K (4788°C or 8650°F)
Massa jenis
11.72 gram/cm3
Fasa saat suhu kamar
padat
klasifikasi unsur
logam
periode
7
golongan
Aktinida
keadaan oksidasi
+4

Thorium ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius, seorang kimiawan asal Swedia pada tahun 1828. Dia menemukannya dalam sebuah sampel mineral yang didapatkannya dari seorang pendeta Morten Thrane Esmark, sampel tersebut dicurigai mengandung sebuah substansi yang tidak diketahui. Mineral Esmark sekarang diketahui sebagai thorite (ThSiO4). Nama thorium berasal dari sebuah perang suci Scandinavia, yaitu Thor. Thorium terkandung sekitar 0.0007% dalam kerak bumi dan terutama diperoleh dari thorite, thorianite (ThO2) and monazite ((Ce, La, Th, Nd, Y)PO4).

Thorium digunakan sebagai agen campuran untuk meningkatkan kekuatan magnesium pada temperatur tinggi. Thorium juga digunakan untuk mNtel bilamen tungsten dalam peralatan elektronik, seperti televise. Ketika dibombardir dengan neuton, thorium-232 menjadi thorium-233, yang cepat menghancurkan uranium-233 melalui seri penghancuran beta. Uranium-233 adalah material yang dapat dibelah dan dapat digunakan sebagai bahan bakar nuklir.

Thorium oksida (ThO2), salah satu senyawa thorium, memiliki banyak kegunaan. Terutama digunakan dalam mantel lentera yang dikela dengan mantel Welsbach. Mantel ini juga mengandung sekitar 1% cerium oksida, menyala dengan warna putih terang ketika dipanaskan dalam api. Thorium oksida memiliki titik leleh yang sangat tinggi, sekitar 3300°C, dan digunakan untuk membuat krus temperatur tinggi. Thorium okisda digunakan untuk membuat gelas dengan indeks refraksi tinggi yang digunakan untuk membuat lensa kamera kualitas tinggi. Thorium oksida digunakan sebagai katalis dalam pemproduksian asam sulfat (H2SO4), dalam proses cracking produk petrolrum dan konversi amonia (NH3) menjadi asam nitrat (HNO3).


Isotop paling stabil dari thorium adalah thorium-232, yang memiliki waktu paruh sekitar 14,050,000,000 tahun. Isotop tersebut menghancurkan radium-228 melalui penghancuran alfa atau melalui penghancuran fisi spontan.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.


EmoticonEmoticon