Sabtu, 25 Februari 2017

TERNYATA JL. KOPO (BANDUNG) BERASAL DARI LURAH DESA KOPO KUTAWARINGIN

Ini foto dari "Tanaman Jambu Kopo (Syzygium densiflorum)" dan Foto Jalan Kopo - Ciwidey tahun 1880, berikut sedikit catatan sejarah Wilayah Jl.Kopo Bandung :

Sebelum Tahun 1923 Desa Kopo Dipimpin Oleh seorang "Jawara Tenar" yang lebih di kenal dengan sebutan Eyang Jawi ( Eyang Kuwu ) dan beliau sekaligus Kepala Desa Kopo Pertama yang dahulu berkantor di Kampung Muara, beliaulah yang membuat jalan dari mulai Blok Tempe (Panjunan) sampai dengan Kampung Pangauban yang sekarang masuk ke wilayah Desa Katapang Kecamatan Katapang, walaupun dengan pengorbanan yang tidak sedikit, baik harta benda maupun nyawa akhirnya dapat di selesaikan kemudian jalan tersebut di beri nama "Jalan Kopo".

Nama tersebut diberikan untuk penghargaan kepada Eyang Kuwu dan disesuaikan dengan kediaman beliau yang berada di bawah pohon Rindang yang bernama pohon Jambu Kopo dan menurut cerita "kolot baheula" ada pula yang menyebutkan bahwa nama Jalan Kopo di berikan karena dulu untuk menuju Lembur Eyang Kuwu atau Lembur Kopo melalui jalan tersebut dan sering di sebutkan dengan kalimat "Jalan Ka Kopo" yang kemudian menjadi "Jalan Kopo" , ada juga yang menyebutkan Jalan Kopo diberi nama sebagai bentuk penghargaan kepada "urang kopo" sebagai pembuat jalan tersebut.

Di Tahun 1923 dua desa disatukan yaitu Desa Muara dan Desa Kopo dengan meliputi wilayah Barat Desa Cibodas sebelah timur berbatasan dengan Desa Katapang sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Padasuka dan sebelah Utara berbatasan dengan Desa Jati sari dan Gajah Mekar.
Dengan bersatunya dua desa yakni Desa Kopo dan Desa Muara maka diberi nama Desa Kopo dengan Kantor Pemerintahan Desa berada di Kampung Kopo dan Kuwu atau Lurah Yang pertama yaitu bernama Mohammad Isak atau yang lebih di kenal dengan "Apa Pabrik" beliau berjuluk nama tersebut dikarenakan beliau mempunyai pabrik penggilingan padi ( Heleran ) dan pada waktu itu yang namanya penggilingan padi di Jawa Barat baru ada dua, dimana salah satunya berada di kampung Kopo milik Mohammmad isak, sedangkan yang satunya lagi berada di Karawang (menurut cerita/info dari para orang tua)

Letak Posisi Desa Kopo yang sebenarnya Jauh dari Jl. Kopo itu sendiri


Pada Tahun 1986 Desa Kopo di mekarkan menjadi Dua Desa yaitu Desa Kopo dan Desa Kutawaringin atau pada waktu bersatu dengan Desa Kopo sering di sebut Wilayah Sadawah dengan Kepala Desa pertamanya adalah Kades Tarja (info lengkap beliau tidak ada )
Adapun susunan yang menjabat Kepala Desa Kopo sebagai berikut :

- Lurah ke I Mohammad Isak (1923 s/d 1938*)
- Lurah ke II Djayawikarta (1938 s/d 1947)
- Lurah ke III A. Kartadireja (1947 s/d 1949)
- Lurah ke IV Rd. Sura. E (1949 s/d 1950)
- Lurah ke V H. Onong Ismail (1950 s/d 1973*)
- Kepala Desa ke VI S.U. Ma'mun (1973 s/d 1984*)
- Pejabat Kades ke VII Warta. S (1984 s/d 1986)
- Kepala Desa ke VIII Siti Mariam ( 1986 s/d 1994*)
- Kepala Desa ke IX Enca Sukarsa. N (1994 s/d 2007*)
- Kepala Desa ke X Nanang Witarsa (2007 s/d 2013)

Keterangan (*) artinya dua kali Menjabat Atau Lebih

Kini Jl. Kopo memanjang sepanjang kurang lebih 17 KM dari soreang kabupaten Bandung sampai di pasirkoja Bandung Kota.
Sok mangga buat Urang Jl.Kopo begitulah sekelumit sejarahnya...Wilujeng Macet ayeunamah !

sumber : Desa Kopo, Kutawaringin


#SejarahJalanDibandung
#KopoSayati #TolKopo

Kamis, 09 Februari 2017

Kisah SYAIKH NAWAWI AL BANTANI


Syaikh Nawawi Al Bantani, nama yang sedikit dikenal oleh kalangan awam namun sangat harum di lingkungan ulama Indonesia.

Dialah salah seorang tokoh yang sangat penting bagi dunia pesantren dan perumusan kitab kuning di Indonesia. Syaikh Nawawi Al Bantani merupakan Ulama kelahiran Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten, Jawa Barat.

Mendapat kehormatan sebagai ulama yang karyanya menjadi rujukan utama di berbagai pesantren di tanah air, bahkan di luar negeri. Bernama lengkap Abu Abdullah al-Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar al-Tanari al-Bantani al-Jawi, Syekh Nawawi sejak kecil telah diarahkan ayahnya, KH. Umar bin Arabi menjadi seorang ulama. Setelah mendidik langsung putranya, KH. Umar yang sehari-harinya menjadi penghulu Kecamatan Tanara menyerahkan Nawawi kepada KH. Sahal, ulama terkenal di Banten. Usai dari Banten, Nawawi melanjutkan pendidikannya kepada ulama besar Purwakarta Kyai Yusuf.


Ibadah Haji Dan Menuntut Ilmu Di Mekkah


Pada usia 15 tahun, Syaikh Nawawi bersama dua saudaranya beranjak ke Kota Suci Mekkah, untuk melaksanakan rukun islam kelima yaitu pergi Haji. Namun setelah selesai melaksanakan rukun dan ibadah haji, Syaikh Nawawi tidak pulang ke tanah air. Syaikh Nawawi menetap di Mekkah untuk menuntut ilmu, disana ia bertemu dengan para ulama-ulama besar asal Indonesia dan dari negara lain.

Setelah menempuh pendidikan bersama dengan para ulama seperti Imam Masjidil Haram Syekh Ahmad Khatib Sambas, Abdul Ghani Bima, Yusuf Sumbulaweni, Syekh Nahrawi, Syekh Ahmad Dimyati, Ahmad Zaini Dahlan, Muhammad Khatib Hambali, dan Syekh Abdul Hamid Daghestani, yang tak terasa sudah dilalui selama tiga tahun. Akhirnya beliau merasa bekal ilmunya sudah cukup, lantas ia segera kembali ke Nusantara.

Nawawi mengajar di sebuah pesantren milik orangtuanya, namun tak lama berada di tanah air, kondisi tanah air agaknya tidak menguntungkan pengembangan ilmunya. Saat itu, hampir semua ulama Islam mendapat tekanan dari penjajah Belanda. Keadaan itu tidak menyenangkan hati Nawawi. Lagi pula, keinginannya menuntut ilmu di negeri yang telah menarik hatinya, begitu berkobar. 

Hal ini membuat Syaikh Nawawi akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah suci, Mekkah. Kecerdasan dan ketekunannya mengantarkan ia menjadi salah satu murid yang terpandang di Masjidil Haram. Ketika Syekh Ahmad Khatib Sambas uzur menjadi Imam Masjidil Haram, Nawawi ditunjuk menggantikannya. Sejak saat itulah ia menjadi Imam Masjidil Haram dengan panggilan Syekh Nawawi al-Jawi. Selain menjadi Imam Masjid, ia juga mengajar dan menyelenggarakan halaqah (diskusi ilmiah) bagi murid-muridnya yang datang dari berbagai belahan dunia.

Snouck Hurgronje, seorang orientalis yang pernah mengunjungi Kota Mekkah pada  1884-1885 menyebut, Syekh Nawawi setiap harinya sejak pukul 07.30 hingga 12.00 memberikan tiga perkuliahan sesuai dengan kebutuhan jumlah muridnya. Di antara muridnya yang berasal dari Indonesia adalah KH. Kholil Madura, K.H. Asnawi Kudus, K.H. Tubagus Bakri, KH. Arsyad Thawil dari Banten dan KH. Hasyim Asy’ari dari Jombang.

15 tahun sebelum kewafatannya, Syekh Nawawi sangat giat dalam menulis buku. Akibatnya, ia tidak memiliki waktu lagi untuk mengajar. Ia termasuk penulis yang produktif dalam melahirkan kitab-kitab mengenai berbagai persoalan agama. Paling tidak 34 karya Syekh Nawawi tercatat dalam Dictionary of Arabic Printed Books karya Yusuf Alias Sarkis.

Beberapa kalangan mengatakan sebenarnya jumlah karya dari Syaikh Nawawi ini mencapai angka 100 judul lebih, diantaranya disiplin ilmu, seperti tauhid, ilmu kalam, sejarah, syari’ah, tafsir, dan lainnya. Di antara buku yang ditulisnya dan mu’tabar (diakui secara luas–Red) seperti Tafsir Marah Labid, Atsimar al-Yaniah fi Ar-Riyadah al-Badiah, Nurazh Sullam, al-Futuhat al-Madaniyah, Tafsir Al-Munir, Tanqih Al-Qoul, Fath Majid, Sullam Munajah, Nihayah Zein, Salalim Al-Fudhala, Bidayah Al-Hidayah, Al-Ibriz Al-Daani, Bugyah Al-Awwam, Futuhus Samad, dan al-Aqdhu Tsamin.

Sayyid Ulama Hijaz


Dengan konsisten dan karya-karyanya, Syaikh Nawawi Al Bantani juga mendapat gelar sebagai Sayyid Ulama Hijaz hingga sekarang. Dikenal sebagai ulama dan pemikir yang memiliki pandangan dan pendirian yang khas, Syekh Nawawi amat konsisten dan berkomitmen kuat bagi perjuangan umat Islam. Namun demikian, dalam menghadapi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, ia memiliki caranya tersendiri. 

Syekh Nawawi misalnya, tidak agresif dan reaksioner dalam menghadapi kaum penjajah. Tapi, itu tak berarti ia kooperatif dengan mereka. Syekh Nawawi tetap menentang keras kerjasama dengan kolonial dalam bentuk apapun. Ia lebih suka memberikan perhatian kepada dunia ilmu dan para anak didiknya serta aktivitas dalam rangka menegakkan kebenaran dan agama Allah SWT.

4 Mahdzab


Dalam bidang syari’at Islamiyah, Syekh Nawawi mendasarkan pandangannya pada dua sumber inti Islam, Alquran dan Al-Hadis, selain juga ijma’ dan qiyas. Empat pijakan ini seperti yang dipakai pendiri Mazhab Syafi’iyyah, yakni Imam Syafi’i. Mengenai ijtihad dan taklid (mengikuti salah satu ajaran), Syekh Nawawi berpendapat, bahwa yang termasuk mujtahid (ahli ijtihad) mutlak adalah Imam Syafi’i, Hanafi, Hanbali, dan Maliki. Bagi keempat ulama itu, katanya, haram bertaklid, sementara selain mereka wajib bertaklid kepada salah satu keempat imam mazhab tersebut. Pandangannya ini mungkin agak berbeda dengan kebanyakan ulama yang menilai pintu ijtihad tetaplah terbuka lebar sepanjang masa. Barangkali, bila dalam soal mazhab fikih, memang keempat ulama itulah yang patut diikuti umat Islam kini. Apapun, umat Islam patut bersyukur pernah memiliki ulama dan guru besar keagamaan seperti Syekh Nawawi Al-Bantani.


Kamis, 02 Februari 2017

6 Cara Menanam Kecambah




Menumbuhkan kacang-kacangan, sayuran, benih, dan padi-padian adalah cara mudah untuk meningkatkan secara eksponensial faktor nutrisi bahan-bahan pangan sederhana. Dengan menanam alfalfa atau lentils, anda dapat meningkatkan mikronutrien sekaligus mengintegrasikan makanan aktif yang lezat ke dalam menu makanan. Semua ini adalah menu lezat dan sajian mengejutkan yang bisa Anda buat sendiri di rumah hanya dengan sedikit bahan dan langkah pembuatan. Pelajari proses dasar dan instruksi spesifik menumbuhkan polong-polongan, padi-padian, biji-bijian, bahkan bagaimana menumbuhkan bibit sayuran Anda sendiri. Lihatlah Langkah 1 untuk informasi lebih lanjut.

Petunjuk Dasar dan Materi yang Dibutuhkan



1. Pilihlah jenis kecambah yang hendak mulai ditumbuhkan. Benih organik, kacang-kacangan, atau biji-bijian, semua dapat ditumbuhkan dengan metode dasar yang sama. Pastikan Anda mendapat benih organik atau bebas pestisida khusus untuk menumbuhkan kecambah yang bisa dimakan. Banyak benih komersial, juga yang digunakan untuk pertanian, sudah dilapisi fungisida, pestisida dan hal lain yang tidak akan mau Anda makan. 
Bereksperimenlah dengan beragam benih dan tumbuhan polong agar dapat belajar jenis kecambah apa yang paling Anda sukai. Tak butuh banyak persiapan dan perangkat untuk memulai. 
Pilihlah di antara berikut ini:

Benih seperti wijen, bunga matahari, soba atau gandum hitam, atau labu kuning
Wijen atau Kacang-kacangan seperti kacang mung, miju-miju, buncis, kacang adzuki, atau kacang hijau
Biji-bijian seperti jelai, jagung, gandum, biji gandum, bayam atau gandum hitam
Benih sayuran seperti alfalfa, semanggi, lobak radish, kubis, kol, fenugreek, atau lobak turnip


2. Rendam benih di dalam kendi atau botol selama satu malam, dengan air bersih. Tuangkan cukup air untuk menampung benih, lalu biarkan mengendap. Tutup bagian atas kendi dengan kain katun tipis, atau sejenis kain jala seperti stoking wanita, sesobek kain, pokoknya apa saja yang bisa menutup bagian atas kendi/botol dengan sempurna dan bisa digunakan untuk meniriskan air di dalam kendi.Kendi atau botol berbahan kaca yang bersih dapat digunakan untuk menumbuhkan kecambah. Botol bekas acar, botol mason, atau unit tampung lain dari kaca, dapat digunakan. Jika masih ada cincin besi di mulut botol mason, gunakan itu untuk menjepit kain jala penutup, atau gunakan karet rambut, karet gelang, atau pengikat elastis lain.Jika Anda ingin menumbuhkan bibit seperti rumput gandum atau kacang ercis, Anda juga akan membutuhkan baki pembenihan, tanah, dan waktu yang dibutuhkan untuk bercocok tanam.


3. Keringkan dan bilas kecambah dari air dua kali sehari. Secara umum, Anda harus membilas semua jenis kecambah setiap pagi dan sore, lalu meniriskan mereka sepenuhnya untuk memancing proses pembenihan atau perkecambahan, tanpa mengangkat dari kendi.Saat menumbuhkan kacang-kacangan, lazim buat Anda menyiramkan air ke dalam kendi setelah beberapa hari untuk memecah cangkang dan merangsang pertumbuhan kecambah.


4. Pertahankan situasi dan kondisi yang tepat untuk pertumbuhan. Kendalikan kelembaban dengan membilas kecambah secara teratur, namun Anda juga akan harus mempertahankan suhu yang tetap untuk merangsang pertumbuhan. Jaga agar kecambah tetap dalam suhu antara 10 sampai 21 derajat Celcius.Jika rumah Anda selalu bersuhu dingin setiap satu waktu tertentu per tahun, berarti Anda butuh pemanas. Pemanas berukuran 8-watt yang biasa dipakai memanaskan tangki reptil yang ditempatkan di bawah kecambah akan cukup membantu. Penempatan dan suhu ini tidak akan membakar dan merusak pertumbuhan.Beberapa kecambah, seperti lobak, akan tumbuh lebih baik dalam kegelapan, namun tetap butuh cahaya setelah bertunas agar menghijau dan tumbuh makin besar. Secara umum, sebagian besar kecambah dapat berkembang dengan baik di pencahayaan dan suhu ruangan normal.


5. Gunakan kecambah segar sesegera mungkin. Begitu Anda puas dengan panjang kecambah, nikmati segera bersama hidangan roti isi, salad, atau sup. Mereka bagus dan tahan disimpan di lemari es selama sekitar lima hari, namun akhirnya akan mulai berubah warna menjadi cokelat dan agak lengket, yang berarti sudah saatnya dibuang dan menumbuhkan kecambah baru.Setiap variasi kecambah sedikit berbeda dalam perawatan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk tumbuh, begitu dibasahi dan ditumbuhkan selama beberapa jam. Ada yang dapat bertahan dalam botol/kendi selama beberapa hari untuk kemudian tumbuh lebih panjang dan lembut, ada pula yang harus ditanam ulang ke baki pembibitan agar pertumbuhan lebih optimal dan rasa lebih enak. Bacalah bagian berikut ini untuk informasi tentang jenis kecambah spesifik yang ingin Anda tumbuhkan.Beberapa kecambah ada yang perlu dipisahkan dari cangkang setelah bertunas selama beberapa hari. Aduk kecambah di dalam air untuk membantu memisahkan dari cangkang, dan pastikan untuk meniriskannya lagi kemudian.


Benih Bertunas



1. Mulailah dengan sekitar satu cangkir benih pilihan Anda. Semua benih organik dan yang bisa dimakan sama bagusnya untuk ditunaskan. Proses perendaman akan membuka cangkang dan mengaktifkan proses pembenihan, menghasilkan kandungan bergizi yang tidak beda dengan benih asalnya, namun sarat gizi.Benih yang dapat dimakan, seperti buah labu, bunga matahari, dan wijen, umumnya ditunaskan. Jenis ini cepat bekerja dan lezat, karena sarat berisi kandungan bergizi tinggi.Benih sayuran seperti clover, alfalfa, lobak, kol, klabat, atau kale membuahkan kecambah yang lembut dan lembek, berisi mikronutrien. Inilah jenis kecambah yang lazim disajikan bersama roti isi, yaitu campuran sayur-mayur ringan.


2. Rendam dalam air dingin antara 4 – 6 jam. Ukur benih yang Anda masukkan ke botol/kendi pertunasan lalu isi dengan air dingin bersih, sekitar satu inci. Jika benihnya berdebu atau tersaput sedimen lain, bilas dulu sebelum menambahkan air.Rendam selama 4 jam dalam suhu kamar. Tinggalkan dan taruh di pojok dapur. Setelah itu tiriskan airnya secara menyeluruh dan biarkan benih mulai bertunas.


3. Biarkan benih kecambah yang dapat dimakan bertunas antara 12 sampai 24 jam. Setelah meniriskan airnya, jangan disentuh dulu sekitar seharian. Benihnya akah mulai bertingkah seolah siap tumbuh, dan ini artinya Anda akan mendapatkan hasil. Setelah sehari, mereka siap dimakan!Setelah sehari, angkat benih dari botol/kendi dan uraikan di handuk kertas agar kering benar. Taruh kembali ke mangkuk atau tampungan lain dan simpan di kulkas. Setelah beberapa hari, mestinya sudah matang dang siap dimakan.Secara umum, benih wijen menjadi pahit jika dibiarkan lebih dari enam jam. Cobalah angkat sebelum itu, lalu keringkan secara menyeluruh.


4. Biarkan benih sayuran bertunas sampai sekitar 6 hari. Benih sayuran akan makan waktu sedikit lebih lama untuk bertunas sepenuhnya ke panjang yang diinginkan, bisa 5 atau 6 hari. Meski sebenarnya sudah bisa dimakan di setiap tahapan, hasil tunasnya akan paling lembut dan bergizi setelah beberapa hari. Bilas terus secara teratur dan keringkan dengan baik. Akan lebih baik kalau ditaruh di botol atau kendi dalam posisi terbalik agar sisa kelembaban dapat terpancing keluar dan menjaga tunas tetap segar.Gunakan mata dan hidung untuk memeriksa kesegaran tunas benih sayuran. Mereka akan berubah warna jadi cokelat dan berbau agak seperti chlorin kalau tidak segar.


5. Pertimbangkan menunaskan kacang-kacangan kalau mau cepat dimakanBenih kacang-kacangan seperti almon, hazel, dan other jenis berminyak lain lazim direndam selama beberapa jam untuk "mengaktifkan" dan membuat isinya lebih bergizi. Manfaat gizi dari kacang yang direndam untuk mengaktifkan pertunasan sebelum dimakan, sebetulnya belum benar-benar dikonfirmasi, tetapi kalau Anda tertarik mencoba, proyek ini mudah dilakukan.

Menunaskan Benih Wijen



1. Pilih yang jenis buncis atau polong untuk ditunaskan. Mungkin yang paling enak dan paling dikenal adalah yang jenis buncis. Hasil tunas jenis wijen tebal dan bergerinjal, sehingga sarat gizi dan rasanya enak, penuh mikronutrien aktif dan cita rasa. Jenis wijen yang umum ditunaskan meliputi:miju-miju, terutama yang hijau atau cokelatbuncis atau garbanzokacang mung, yang umumnya dijual di pasar sebagai "tauge"kacang hijau.


2. Rendam wijen dalam air hangat.Mulailah dengan sekitar setengah cangkir kacang kering (mereka cenderung menggemuk seraya menghisap air dan akhirnya lepas dari cangkang). Airnya tidak boleh sampai beruap, tetapi hangat disentuh, seperti sajian teh panas yang menghangat setelah dibiarkan terlalu lama. Di dalam botol, rendamlah kacang selama setidaknya 12 jam.Karena wijen akan menggemuk lumayan besar, pastikan ada cukup ruang di dalam botol dan kacang terendam sampai beberapa inci untuk memastikan mereka benar-benar basah.


3. Biarkan bertunas sampai sekitar 3 hari penuh. Bilas dua kali sehari dan letakkan botolnya terbalik agar benar-benar kering seiring bertunas. Kadang pada hari pertama atau kedua, Anda mungkin harus mengocok botolnya sedikit untuk melepaskan kacang dari cangkang. Jika ada yang tidak lepas, tak usah cemas. Anda tetap dapat melepasnya sebelum dimakan, bila perlu. Kacang adzuki biasanya butuh sekitar 4 hari untuk bertunas sepenuhnya dan rasanya enak. Beri tambahan waktu bila perlu.


4Keringkan benih dan taruh di kulkas.Setelah masa bertunas selesai, Anda dapat mengangkat kacang dari dalam botol, keringkan dan keluarkan dengan lembut dari dalam botol, lalu pisahkan sisa cangkang yang masih belum lepas, atau biarkan saja kalau mau (bisa dimakan, tetapi rasanya agak pahit). Simpan di kulkas sekitar seminggu, awasi dan jaga agar tetap kering.Tunas kacang baik dijadikan topping untuk sup berbasis kaldu, seperti pho ala Vietnam atau hidangan pedas lain. Mereka juga bagus buat salad dan roti isi.

Menunaskan Gandum



1. Pilihlah gandum yang hendak ditunaskan sebagai alternatif mentahKarena gandum mentah tidak bisa dimakan kecuali dimasak terlebih dahulu, membuat sulit penggemar makanan mentah untuk menikmatinya. Namun kegiatan menunaskan gandum membuatnya mudah dicerna dan bergizi. Tanpa dimasak pun, Anda tetap dapat menikmati gandum seperti gandum hitam, tepung gandum, barley, atau jagung, tanpa harus terlebih dulu dipanggang dan mengurai mikronutrien di dalamnya.Gandum yang ditunaskan mampu menetralisir asam fitat yang sulit dicerna, melepas vitamin dan gizi yang biasanya tidak terkandung dalam gandum mentah. Ini membuatnya ideal dijadikan bubur, dipanggang, dan dijadikan tepung. Oat yang masih berkulit, seperti yang biasa Anda beli di toko untuk membuat oatmeal, tidak akan bertunas. Untuk menunaskan gandum, Anda harus membeli seluruh gandum yang masih bercangkang, mentah dan organik. Jenis gandum lain hanya perlu direndam saja. Anda bisa memfermentasikan oatmeal dengan pasta miso semalaman, untuk mendapatkan pilihan kultur langsung yang cepat.


2. Rendam seluruh gandum dalam air hangat. Jumlah gandum akan membengkak tiga kali lipat selama direndam, jadi pastikan botol atau kendinya cukup besar untuk menampung tiga kali lipat tepung yang Anda rendam. Rendam gandum selama sekitar 6 jam, lalu tiriskan airnya secara menyeluruh dan tunaskan gandum di suhu kamar selama 2 hari. Bilas secara teratur dan tiriskan sampai kering.Jagung harus melewati proses pra-rendaman yang agak panjang, sekitar 12 jam sebelum air ditiriskan dan dibiarkan bertunas.Amaranth, quinoa, dan jawawut, umumnya disalahartikan sebagai variasi biji-bijian atau beras, sebenarnya merupakan gandum alkalin, dan dapat ditunaskan sempurna dengan cara ini.Barley tidak akan sepenuhnya bertunas, tetapi Anda dapat mengaktifkan proses percekambahannya, dengan cara yang sama seperti memproses barley untuk membuat alkohol, yaitu dengan "menunaskannya" selama 12 jam. Ini akan mengaktifkan proses perkecambahan dan meluruhkan cangkang.


3. Membuat tepung bertunas. Untuk mengubah gandum bertunas menjadi tepung, Anda butuh dehidrator makanan dan penggiling khusus untuk gandum dan biji-bijian. Setelah bertunas, dehidrasikan gandum selama 12 jam lalu giling sampai sepenuhnya berintegrasi menjadi tepung, setelah sebelumnya dipilah-pilah kalau mau. Anda dapat menyimpan tepung bertunas ini di kulkas untuk memperpanjang umurnya, lalu gunakan untuk berbagai keperluan memanggang tepung.

Menumbuhkan Tunas dan Bibit Sayuran



1. Menunaskan bibit sayuran pertama Anda untuk proyek yang lebih besar, kelak. Proses untuk memulai sekelompok kecil bibit sayuran dengan wheatgrass, tunas kacang, atau biji bunga matahari, sangat mirip, meski sedikit lebih intensif soal peralatan, dibanding menunaskan biji-bijian di dapur. Namun pada proyek ini Anda akan mampu merampingkan hasil panen, membuatnya jadi investasi yang bagus, terutama jika Anda suka tunas wheatgrass atau tunas segar di salad Anda.Mulailah proses tunas Anda seperti biasa, dengan merendam benih, kacang hijau, atau biji bunga matahari di dalam botol dan membiarkan mereka berkecambah selama beberapa hari sebelum membilas secara menyeluruh dan dipindahkan baki pembibitan.Tunasnya harus memiliki panjang akar sekitar seperempat inci sebelum dipindahkan ke baki pembibitan. Tergantung apa yang hendak Anda tanam, waktu yang dibutuhkan dapat bervariasi, kemungkinan 3 atau 4 hari.


2. Ambil beberapa baki pembibitan.Sistem perkecambahan di luar ruangan biasanya terdiri atas beberapa buah baki pembibitan tempat tunas bertumbuh, dengan kain jala atau lubang-lubang di bagian bawah untuk meniriskan air. Ini banyak tersedia di toko-toko peralatan perkebunan, atau Anda bisa membuat sendiri dengan melubangi baki apa saja yang cukup besar menampung tanah seluas sekitar 30 cm².


3. Isi baki pembibitan dengan tanah.Penuhi baki pembibitan dengan tanah. Anda tak butuh banyak, karena tunas akan cenderung tumbuh di bagian atas dan tidak membuat sistem akar yang dalam, namun akan tetap lebih baik jika ada cukup tanah untuk menyerap dan menahan air, agar tidak cepat kering.Lembabkan tanah secara menyeluruh dengan air dan biarkan genangannya memudar sebelum memindahkan tunas ke petak tersebut.Lazim pula menderetkan bagian dasar baki dengan potongan-potongan selimut agar tanah tetap lembab dari bawah, sekaligus menggabungkan sedikit vermiculite—sekitar satu cangkir per 10 x 10 baki—untuk memancing pertumbuhan.


4. Gelar tunasnya ke tanah. Letakkan tunas secara merata di bagian atas tanah, sebar merata agar tidak ada yang saling bertumpuk dan menyebabkan jamur. Gunakan tutup baki atau selimut biasa untuk menutup baki pembibitan. Tekan dengan lembut benih-benihnya agar mantap masuk ke tanah. Anda tidak harus “menanam” mereka.

5. Sirami dengan air dua kali sehari dan jaga agar akses cahaya tetap remang-remah. Beberapa kali sehari, uapkan tunas Anda dan terus awasi mereka. Pastikan mendapat cukup air dan sirkulasi udara agar tumbuh dengan baik, dan jaga agar tetap berada di suhu kamar, jika mungkin. Menumbuhkan tunas di dalam gudang dengan banyak pojokan sejuk bisa jadi tempat yang bagus untuk menyimpan proyek ini.
6
Panen hasil tunas atau rumput setelah sekitar 10 hari. Wheatgrass akan tumbuh tinggi dan hijau setelah seminggu, tetapi berilah waktu tambahan beberapa hari lagi agar kandungan gizinya mencapai puncak. Tunas kacang akan rimbun, berubah cantik kehijauan, dan akan mencapai puncaknya yang empuk dan lezat pada hari kesepuluh. Panenlah bagian atasnya dan biarkan teruskan tumbuh, kalau mau, atau pertimbangkan untuk mulai bercocok tanam lebih luas.