Sabtu, 21 Juli 2018

Mengembalikan Data Yang Hilang atau Terhapus Di Komputer




Pernahkah Anda mengalami kehilangan dokumen atau data baik karena virus, tidak sengaja terhapus atau faktor lainnya? Tentu sangat menyebalkan apalagi jika data tersebut merupakan data penting dan Anda sedang sangat membutuhkan dokumen atau data tersebut.

Tunggu dulu! Anda tidak perlu panik. Seiring berkembangnya teknologi dewasa ini, bukan hal mustahil untuk mengembalikan data yang terhapus di komputer Anda.

Pada dasarnya di keadaan tertentu, data yang terhapus sebenarnya tidak benar-benar hilang dari komputer Anda. Hanya saja memang perlu sedikit “usaha” untuk mengembalikan dokumen tersebut sedia kala.

Berikut cara mudah mengembalikan data yang hilang.
Anda dapat memilih cara-cara berikut sesuai dengan kondisi yang terjadi pada komputer Anda untuk mengembalikan data yang hilang.
CEK FOLDER RECYCLE BIN
Saat data di Windows dihapus, file tersebut sebenarnya tidak benar-benar dihapus dari komputer kamu. Windows menampungnya di dalam folder Recycle Bin.
Recycle Bin merupakan fitur bawaan yang secara otomatis terpasang di komputer jika Anda menggunakan sistem operasi Windows. Folder in merupakan kumpulan file atau data yang terhapus secara sengaja maupun tidak. Jika file tersebut masih ada di Recycle Bin, Anda dapat bernafas lega. Cukup dengan klik kanan lalu pilih Restore, maka data akan kembali ke tempat awal file tersebut disimpan, dan Anda bisa menggunakan data tersebut.
GUNAKAN FITUR RESTORE PREVIOUS VERSIONS
Sudah cek di Recycle Bin namun ternyata sudah terhapus? Tenang, Masih ada cara lain untuk mengembalikan data yang hilang dengan menggunakan fitur Restore Previous Versions.
Cara ini merupakan cara yang mudah karena Anda tidak perlu menginstall program khusus untuk recovery file. Namun pastikan sudah mengaktifkan restore point pada komputer Anda.
Berikut merupakan cara mengembalikan file yang terhapus dengan menggunakan Restore Previous Versions. Buka folder diaman data yang terhapus sebelumnya berada, Lalu klik kanan kemudian pilih “Restore Previous versions”. Setelah terbuka kemudian pilih tab “Previous versions”, kemudian pilih folder yang terakhir yang ingin anda restore. Lalu restore ke posisi terakhir sebelum data tersebut terhapus.
Voila, Data Anda bisa kembali dan dapat digunanakan.
GUNAKAN SOFTWARE KHUSUS JIKA DIPERLUKAN
Jika cara-cara diatas tidak mampu mengembalikan data Anda, cara terakhir adalah dengan menggunakan software khusus recovery data. Ada banyak software yang dapat Anda gunakan baik gratis maupun yang berbayar, seperti Recuva, MiniTool Partition Recovery, Wise Data Recovery, dan PC Inspector File Recovery.
Tips mengamankan data Anda dari kemungkinan hilang atau terhapus
Terhapus atau hilangnya data merupakan hal diluar dugaan yang sering terjadi. Terutama bagi Anda yang aktif menggunakan Komputer dalam kegiatan sehari-hari. Ada baiknya Anda mengikuti tips berikut agar kehilangan data tidak terjadi pada Anda.
  • Lakukan Back-up data berkala di tempat berbeda dari Komputer.
    Sepele namun penting. Banyak yang meremehkan manfaat dari melakukan back-up data secara berkala. Namun hal tersebut merupakan hal yang penting dan harus dilakukan terutama jika data-data yang Anda miliki merupakan data krusial seperti data penting perusahaan, data skripsi, dll. Lakukan back-up data paling tidak satu bulan sekali kedalam penyimpanan cadangan seperti flashdisk, CD/DVD Room, Harddisk, dll. Sehingga saat terjadi data hilang atau rusak akibat virus. Anda cukup salin kembali dari riwayat back-up.
  • Gunakan teknologi Cloud Computing.
    Cara lain untuk mengamankan data Anda adalah dengan menggunakan teknologi terkini yaitu Cloud Computing. Dengan Cloud, data Anda akan tersimpan di server online sehingga terhindar dari hilangnya data akibat virus, system error, bencana alam, dll, seperti yang dimiliki oleh Microsoft Azure. Layanan cloud computing besutan Microsoft ini merupakan salah satu layanan solusi cloud computing yang terpercaya karena fitur-fitur powerful yang dibawanya sekaligus teknologi cerdas Machine Learning yang mampu beradaptasi dan memberi prediksi analitis data custom Anda.
Ada baiknya, jika data tersebut sangat penting, konsultasikan kepada IT Consultant terpercaya seperti EIKON Technology yang bertindak sebagai Partner Microsoft Indonesia. Dengan demikian Anda telah mengurangi resiko kehilangan data yang mungkin saja berakibat fatal.

Rewrited By. Dim



Senin, 16 Juli 2018

Proses Perkecambahan Biji


Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu baru, misalnya : embrio, cadangan makanan, dan calon daun (calon akar). 

Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh menjadi akar) dan plumula (yang akan tumbuh menjadi kecambah).

Cadangan makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati, protein dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat, disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur ke dalam biji. Testa memiliki sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Di dekat mikropil terdapat hilum yang menggabungkan kulit kotiledon. 

Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air di dalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibat ketiadaan air, biji tidak dapat melangsungkan proses metabolism sehingga menjadi tidak aktif (dorman). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (ekstrem; sangat dingin atau kering) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup. 

Pengertian Perkecambahan

Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat di dalam biji, misalnya radikula dan plumula. 



Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar. 

Perkecambahan merupakan sustu proses dimana radikula (akar embrionik) memanjang ke luar menembus kulit biji. Di balik gejala morfologi dengan pemunculan radikula tersebut, terjadi proses fisiologi-biokemis yang kompleks, dikenal sebagai proses perkecambahan fisiologis. 


Fisiologi Perkecambahan

Embrio yang tumbuh belum memiliki klorofil, sehingga embrio belum dapat membuat makanan sendiri. Pada tumbuhan, secara umum makanan untuk pertumbuhan embrio berasal dari endosperma. 

Perkecambahan dimulai dengan proses penyerapan air ke dalam sel-sel. Proses ini merupakan proses fisika. Masuknya air pada biji menyebabkan enzim aktif bekerja. Bekerjanya enzim merupakan proses kimia. Enzim amilase bekerja memecah tepung menjadi maltose, selanjutnya maltose dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa.

Protein juga dipecah menjadi asam-asam amino.  Senyawa glukosa masuk ke proses metabolisme dan dipecah menjadi energi atau diubah menjadi yang senyawa karbohidrat yang menyusun struktur tubuh. Asam-asam amino dirangkaikan menjadi protein yang berfungsi untuk menyusun struktur sel dan menyusun enzim-enzim baru. Asam-asam lemak terutama dipakai untuk menyusun membrane sel. 

Perkecambahan biji berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormon ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintesis). 

Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui  mikropil. Air yang masuk ke dalam kotiledon menyebabkan volumenya bertambah, akibatnya kotiledon membengkak. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan pecahnya testa. 

Secara fisiologi, proses perkecambahan berlangsung dalam beberapa tahapan penting, meliputi:
~ Absorbsi air
~ Metabolisme pemecahan materi cadangan makanan
~ Transpor materi hasil pemecahan dari endosperm ke embrio yang aktif tumbuh.
~ Proses-proses pembentukan kembali materi-materi baru.
~ Respirasi
~ Pertumbuhan 

Banyak faktor yang mengontrol proses perkecambahan biji, baik yang bersifat internal dan eksternal. Secara internal proses perkecambahan biji ditentukan keseimbangan antara promoter dan inhibitor perkecambahan, terutama asam gliberelin (GA) dan asam abskisat (ABA). Faktor eksternal yang merupakan ekologi perkecambahan meliputi air, suhu, kelembaban, cahaya, dan adanya senyawa-senyawa kimia tertentu yang berperilaku sebagai inhibitor perkecambahan. 

Proses perkecambahan dipengaruhi oleh oksigen, suhu, dan cahaya. Oksigen dipakai dalam proses oksidasi sel untuk menghasilkan energi. Perkecambahan memerlukan suhu yang tepat untuk aktivasi enzim. Perkecambahan tidak dapat berlangsung pada suhu yang tinggi, karena suhu yang tinggi dapat merusak enzim. Pertumbuhan umumnya berlangsung baik dalam keadaan gelap. Perkecambahan memerlukan hormone auksin dan hormone ini mudah mengalami kerusakan pada intensitas cahay yang tinggi. Karena itu di tempat gelap kecambah tumbuh lebih panjang daripada di tempat terang.